Cerita Cinta Terlarang Di Canada Eps 4
Gak bisa tidur...
ngehe..
Lanjut aja
Dia tiba tiba keluar memakai handuk yang
dililit di tubuhnya dan sambil tersenyum, dia memegang tanganku. "Nanti
orang yang tante sayang sakit. Sini ikut tante. Gak boleh melawan ya.."
katanya tersenyum genit. Aku ikut saja dan dia tiba tiba membelakangi aku dan
membuka handuknya memamerkan keindahan tubuhnya. Kulit di punggung nya putih
bersih mulus tanpa cacat. Aku hanya melongo tak percaya.
"Yuk mandi bareng tante. Tante mandiin
kamu sini. Hehehe... tante buka celana nya ya Lim. Kamu bengong aja dari tadi.
Hehehe." Kata tanteku sambil tertawa. Aku memang sedang tak percaya dengan
pemandangan yang aku lihat. Apa tadi kami berdua tersambar petir? Atau kenapa?
Tapi entahlah. Aku yakin ini bukan mimpi. Dia kemudian berputar sehingga
payudara indahnya dengan puting coklat muda dan perutnya yang rata itu terlihat
jelas. Vagina nya juga... hanya sedikit rambut yang tumbuh di sana. Aku hanya
bengong seperti idiot yang dihipnotis.
Aku sudah ditelanjangi oleh tanteku. Dia tersenyum
saat melihat kemaluanku yang sudah berdiri. "Hehe. Besar punya mu ya...
yuk sini tante mandiin." Katanya. Tangan dia menggenggam penis ku dan Aku
menurut saja saat dia membimbing ku ke kamar mandi untuk dimandikan. Dengan
pelan dan lembut dia membersihkan tubuh ku. "Lim. Jongkok. Tante mau
bersihkan rambut kamu." Katanya. Aku menurut saja dan langsung jongkok.
Aku bisa melihat dengan dekat vagina nya yang hanya ditumbuhi sedikit rambut
kemaluan dan belahan vagina nya sungguh indah.
"Lim. Yuk berdiri. Tante mau menyabuni
tubuh kamu. Wah... berotot.. atletis semua... 6 packs lagi. Keren..." kata
tanteku sambil meraba raba tubuhku. "Bulu kamu lebat Lim.. nanti tante
cukur in ya" katanya. Aku hanya bisa mengangguk aja. Semoga ini nyata.
Kalau mimpi... Tolong jangan dibangunkan dulu. Mimpi ini terlalu indah rasanya.
Tante ku menyabuni semua tubuhku termasuk kemaluan ku yang masih berdiri.
"Laki-laki selalu berdiri kalau dijamah
wanita. Sama saja. Hehehe. Besar punya mu Lim. Anak perjaka sih.. pantas aja
bengong. Gak pernah dimandikan wanita cantik... burung nya gak pernah dipegang
juga. Duh seru deh.. diam pula dari tadi kayak bayi besar. Hehehe." Kata
tanteku sambil tertawa dan membersihkan pantatku. Dia Kemudian membilas
tubuhku.
"Eh Tante. Maaf... aku.. tadi... eh...
malu tante.. hehehe.." kataku malu malu. "Hahaha. Iya tante tahu kok.
Kamu kan dari tadi diam saja. Malu kenapa? Tante sudah melihat semua tubuhmu
dan sudah dijamah semua. Hehehe. Ngapain lagi malu? Tante saja telanjang di depan
kamu." Katanya sambil tersenyum dan membelai wajahku. "Ya malu aja
tante. Soalnya... pertama kali" kataku masih menunduk.
"Iya. Biasa sama mami kan? Hehehe. Dulu
tante sudah bisa mandi sendiri... kamu masih dimandikan mami kamu. Tante aja
waktu itu lihat kamu masih dimandikan sampai kelas 3 sd. Tante aja umur 7 tahun
sudah bisa mandi sendiri. Kamu malu malu aja. Tante cuma tertawa saja saat itu
melihat Kamu dimandikan sama mama kamu. Hehehe.. anak mami dasar.. hihihi...
lucu." Ledek tante ku yang membuatku makin malu.
"Tante. Malu tauk. Aku saat itu dah bisa
mandi sendiri tapi mami gak kasih." Kataku. "Iya deh... hehe.. dah
bisa mandi sendiri. Hehehe. Ingat gak dulu kita dimandikan bersama? Kamu sama
mami kamu... aku sama nenek... hehee. Tante saat itu lihat burung kamu untuk
pertama kalinya. Bentuknya lucu. Hehehe. Tante ada pegang pegang juga waktu
itu." Ledek tante ku yang membuat aku semakin malu.
"Eh Tante mah ah... aku makin malu nih...
" kataku. Tanteku sedang keramas dan menyabuni dirinya sendiri saat ini.
"Habis itu Lim. Tante dan gak perawan. Kamu masih perjaka .Heheheeh..
kalah deh kamu sama tante yang lebih muda dari kamu. Hehehe" ledek tante
ku sambil tertawa puas seolah baru membalas dendam nya saja. Stress berat dia
kayaknya. Tiba tiba tanteku mengangkat daguku. Kami berdua berciuman bersama di
bawah pancuran shower dan saling meraba.
Kami berdua akhirnya selesai mandi dan tanteku
mengeringkan tubuhku setelah itu dia mengeringkan tubuhnya sendiri dengan
handuk nya. Dia masih ingat untuk mencukur rambut kemaluan ku. Dengan pisau
cukur nya, dia dengan tangkas dan gesit mencukur semua rambut kemaluanku sampai
bersih. "Wah beneran seperti bayi. Hehehe. Sekarang terlihat jelas deh
burung mu." Kata Tanteku dengan senyuman nya yang penuh kepuasan. Dia
kemudian membersihkan ranjang setelah mencukur rambut kemaluanku.
Kami kembali berpakaian dan dia hanya memakai
handuk kimono dan handuk di kepala nya karena ya rambut nya belum kering. Kami
berdua sekarang berbaring di atas ranjang. Aku berbaring di samping nya dan dia
mulai bicara tentang saat dia baru menikah. Dia juga bercerita tentang malam
pertama nya saat dia diperawani oleh mantan suaminya. Rasanya sangat sakit
sekali. Hari saat dia menikah, dia ternyata minum obat anti hamil supaya dia
tidak hamil.
Aku Kemudian memeluk tanteku. Dia merebahkan
kepalanya di dadaku. Aku membelai rambutnya yang sudah kering itu. Dia diam
sejenak dan kemudian dia menatap mataku. "Lim. Maaf ya tadi tante meledek
kamu. Tante tadi cuma ingin bikin kamu lebih santai saja. Maaf ya.."
katanya dengan mata berkaca kaca. "Tante Lina yang tersayang. Jangan gitu.
Tadi aku gak marah kok. Kenapa tante mikir begitu? Lagian mah santai saja lah
tante. Hehehe. Malah tadi aku semakin terangsang." Jawabku santai dan
sambil tertawa.
Kami berdua saling bertatapan mata dan kedua
bibir kami semakin mendekat. Akhirnya kami berdua berciuman. Kedua tangan kami
saling meraba dan kami berdua saling mendesah. "Tante... aku... sayang
tante.." kataku sambil mengatur nafasku. "Lim.. tante juga sayang
kamu... sayang sekali Lim." Jawabnya sambil terisak karena terharu.
Desahan kami berdua mengisi kamar tanteku dan kamar itu (akan) menjadi saksi
cinta terlarang kami berdua.
Sadar tak sadar, kedua pakaian kami langsung
terjatuh di lantai. Ya kami berdua sudah telanjang bulat. Aku bisa melihat
jelas kedua payudaranya yang (mungkin) berukuran 34B dengan puting berwarna
coklat muda. Dia tersipu malu saat aku menatap payudara nya yang indah itu. Aku
memberanikan diri untuk meraba payudara nya.
Dia hanya tersenyum manis membiarkan aku
menjamah payudara nya. Wajahnya memerah dan aku menjilati puting susu nya itu.
Dia mendesah, "ohhhh sayang. Nikmatnya.. ohhh... Lim... terus... ahhh..
jangan... ahhh berhenti..." katanya sambil mendesah. Aku yang baru pertama
kali melihat payudara wanita secara langsung tentu saja sangat senang dan
terpana.
Aku tidak munafik. Aku juga suka menonton film
porno. Ya mau bagaimana. Namanya juga laki laki tapi kali ini rasanya
sungguh... berbeda. Melihat langsung dan di film itu sungguh beda sensasinya
apalagi saat ini aku dalam keadaan sadar sepenuhnya sedang memainkan dan
meremas payudara tanteku yang usianya lebih muda dariku.
Usia dia memang lebih muda tapi dalam soal ini
tentu saja dia lebih pengalaman. Aku kemudian memberanikan diri untuk menyusu
di payudara tanteku. Dia tersenyum dan membelai wajah dan rambut ku dengan
penuh kasih sayang. Aku sangat menikmati payudara nya yang montok, kencang dan
lembut seperti salju.
"Lim. Enak.... arghhh... ohhh.... terus
Lim. Terus... ahhh.... geli... ihhhh geliii ahhhh" desah nya saat aku
memainkan puting susu nya. Aku tetap saja mau menikmati payudara indahnya. Aku
sendiri tak percaya apa yang sedang kami lakukan. Kalau benar ini mimpi...
biarlah ini menjadi mimpi karena kenyataan terkadang suka terbalik.
"Gimana Lim? Enak kan? Heheh." Tanya tanteku. "Iya Lin...
enak..... enak banget tante" kataku yang mulai error.
Aku kemudian langsung menyerbu vagina nya yang
hanya dihiasi sedikit rambut. Sungguh seksi sekali. Perut nya juga rata.
Sungguh tubuh wanita idaman. Peduli setan dengan hubungan darah. Kalau soal ena
ena, siapapun hajar. Mumpung cuma berdua. Aku menatap vagina tanteku. Dia
pastinya sudah tak perawan lagi karena sudah menikah.
Aku kemudian mengendus dam langsung mencium
vagina nya. "Lim. Nakal kamu.... ahh ohhh ahhh AHHH oooh ohhh ahhh AHHH.
Nakal... enak... suek... enak... ohhh ahhh" desah Lina, tanteku. Aku
langsung mencari klitoris nya... sesuatu Yang pastinya akan membuat wanita
tergila gila yang aku pelajari di film film. Setelah kutemukan, aku jilat dan
tanteku mendesah dengan sangat kencang.
"Eh buset... ahhhhh nakal... ahhhh
Lim.... Ampun deh.... ahhh ohhhh ahhh AHHH oooh" teriaknya. Tubuhnya
sendiri sudah mulai bergoyang goyang tak karuan dan kedua tangannya malah sibuk
dengan payudara nya sendiri. Dia sangat me nikmati jilatan dariku, seorang
pemula yang bermodalkan film porno.
Aku Kemudian mengakhiri jilatan ku di vagina
nya karena tubuhnya bergoyang ke sana sini. Aku Kemudian naik lagi menatap
matanya yang sudah sayu dan wajahnya yang sangat memelas. "Enak gak, tante
Lina?" Tanyaku dengan lembut. Dia tak menjawab tapi langsung mencium bibir
ku dengan penuh nafsu dan merangkul leherku.
Aku juga membalas ciuman nya Yang penuh nafsu
itu. Kami berdua saling berpelukan dan berciuman. Nafas kami berdua saling
beradu. Lina alias tanteku sudah berada di atas tubuhku. Dia menghentikan
ciumannya dan memperhatikan seluruh tubuh ku yang atletis itu. Dia sangat
mengagumi dan mulai meraba raba tubuhku.
Tak butuh lama, dia menatap penisku dan dia
sangat kagum dengan ukurannya yang besar itu. "Lim. Mantan suami ku kalah
jauh sama punya kamu. Kalau saja kamu jadi suamiku... mungkin... Aku akan
sangat bahagia." Katanya lirih. "Ini punya kamu, Lina.... tanteku
yang kecil dan cantik... Yang paling aku sayang sepenuh hati." Kataku
menggoda nya. Dia tersenyum dan mulai meraba raba penis ku.
"Lim. Kamu masih perjaka kan? Belum
pernah merasakan ini kan?" Tanya tanteku menggoda. "Iya tante. Knp
ya?" Tanya ku... tanpa menjawab, dia langsung memasukan penisku ke dalam
Mulut nya. Di dalam mulutnya Itu, lidah nya bermain terus. Kepalanya maju
mundur dan lidahnya berputar putar di dalam mulutnya. "Ahhh tante...
enak... Ampun tante... ahhhhh" teriak ku.
Tante ku tidak mempedulikan teriakan aku. Dia
tetap lanjut dan sangat menikmati penis ku. Setelah sekilan lama memainkan
penis ku di dalam mulut nya, dia kemudian menjilat batang kemaluan ku dari
bawah ke atas dengan pelan. Aku menutup mataku menahan nikmat Yang sensasional
itu. Rasanya mimpi jadi nyata
Artikel ini telah tayang di Forum Diskusi dengan judul Cinta Terlarang Di Canada - Tamat
Penulis: Kaskusman
Editor: Boobs
Sumber: Sumber
