Cerita Cinta Terlarang Di Canada Eps. 5
Dia tersenyum
melihatku yang sedang tepar itu. "Mulai aja belum Lim... masak dah teriak
begitu.? " kata tanteku menggoda. "Enak banget Tante... enak..."
kataku. "Ini lebih enak Nanti Lim." Katanya sambil berdiri dan
memegang kemaluanku yang diarahkan ke vaginanya... jleb. "Ohhhhh Lim...
tante sudah lama gak beginian. Mantan suami tante gak berguna kalau soal
beginian." Kata tanteku setengah curhat.
Tubuh tanteku mulai bergoyang goyang ke arah
yang tak jelas. Matanya selalu ditutup dan tangannya bertumpu pada pinggang ku
untuk mencari keseimbangan. "Ahhhh Lim. Enak Lim... tahan ya sayang...
ahhhhh... ohhhh... arghhh... enak Lim.. besar.... enak... ahhhh... enak.....
ohhh " desah tanteku yang sekarang memegang kedua tanganku dan mengarahkan
nya ke kedua payudaranya.
Aku bukan idiot jadi aku tahu apa yang dia
mau. Aku Kemudian meremas kedua payudara nya. Kini saatnya kedua tanganku
membagi tugas. Yang kapan memainkan puting susunya dan yang kiri memainkan dan
meremas remas payudara 2 nya lagi. 2 rangsangan berbeda dari 2 sisi membuat
tanteku semakin berteriak kencang. "LIM... ENAK.... TAHAN.... OHHHHH LIMMM
ENAK.... AAHHHHH" teriak nya.
Sekarang kedua tanganya dis letakan di
belakang kepalanya dan memamerkan ketiak nya yang putih dan mulus itu. Aku
semakin bergairah dan terangsang berat.. aku tak percaya mantan suami nya
menyia nyiakan wanita secantik ini. Kalau Aku jadi suami nya, setiap malam akan
aku garap. Sungguh lelaki yang bodoh dan tak tahu diuntung. Tante ku terus
bergoyang goyang tak jelas dengan kecepatan tinggi.
Dia kemudian mendapatkan orgasme nya. Cairan
bening itu menyembur dengan deras. "Ohhh Lim... enak... makasih Loh... aku
sayang kamu Lim" teriaknya yang kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas
tubuhku. Aku langsung memeluk dan membelai rambut nya yang indah itu dengan
lembut. "Lim. Enak.. tante.. sayang kamu Lim. Enak.... " katanya
lirih.
Kami berdua beristirahat sejenak. Tanteku
masih tepar. Setelah 5 menit beristirahat, dia kembali bangun. "Eh Lim.
Tante lupa kamu belum crot. Bentar ya.... hehhe.." katanya bercanda. Dia
melepaskan penisku dari vagina nya. Setelah itu dia duduk dan meluruskan kedua
kakinya dan menyuruhku duduk di atas kedua pahanya alias dipangku...
Aku menurut saja dan duduk di pangkuan nya.
Tangan kirinya menahan tubuhku dan tangan kanan nya memainkan dan mengocok
penisku. Dia juga menyodorkan payudara nya ke wajah ku. Aku langsung saja
menghisap dan mulai menyusu di dada nya yang indah itu. Selama aku menyusu, dia
berkata dengan pelan, " Lim. Tante pertama kalinya merasakan orgasme
bersamamu. Ini sesuatu yang tante tak pernah dapat saat menikah. Terima kasih
ya Lim" katanya dengan lembut.
Kocokan nya begitu enak dan tangannya sangat
halus. Aku sendiri mulai mendesah dan mulai berteriak. Dia paham apa yang akan
terjadi dan dia mempercepat kocokan nya. Sperma Aku keluar mengenai payudara
nya yang 1 lagi. Dia Kemudian menghentikan kocokan nya dan membaringkan aku
dengan pelan dinatas ranjang. Aku masih mengatur nafasku dan dia sedang
membersihkan payudara nya yang terkena sperma ku tadi.
Setelah 2 menit beristirahat, dia kemudian
berbaring di sampingku sambil menggenggam tanganku dengan erat. "Lim. Kamu
tadi kan pertama x begituan tapi kamu hebat bisa bikin aku orgasme loh. Rasanya
enak. Beneran deh. Kamu yakin perjaka? Biasa perjaka gak tahan lama loh. Tante
suka banget tadi. Bener deh." Katanya mesra dan dia langsung memelukku.
"Tante. Aku tak percaya apa yang baru
saja terjadi. Rasanya... nikmat banget. Aku... perasaan aku... kacau balau.
Rasa Cinta, enak, malu, senang dan takut bersatu. Rasanya tak bisa diungkapkan
loh. " kataku yang masih sibuk menatap langit langit. "Lim. Kamu suka
kan tapi? Hehehe. Tante sayang banget sama kamu. Sekarang gak boleh ada tante
tante an di apartemen atau saat kita berdua. Pake nama. Ok? Masak dah ena ena
sama aku, masih panggil tante." Kata nya meledek ku.
"Beres Lin. Hehe. Kamu suka kan? Rasanya
enak ya?" Ledek ku. "Pake tanya lagi lo. Hehhe. Enak lah."
Jawabnya. "Lim. Yuk Mandi bareng lagi sama aku. Nanti Aku mandiin kamu
deh. Hehehe" katanya meledek. Tiba tiba hp ku berbunyi dan lagi... terjadi
lagi.. mama ku menelpon ku, "Lim. Jangan kelayapan. Dah malam. Jangan aneh
aneh ya!" Kata mama ku ketus.
"Iya mak. Aman. Tante lagi Mandi tuh. Dah
malam. Lagi mau tidur." Kataku. Telpon akhirnya ditutup. Aku dan Lina
saling tatap dan tertawa. "Belum tahu dia Lin" ledek ku ke Lina. Aku
dengan senang hati ikut dia ke kamar mandi untuk mandi bersama. Aku juga
dimandikan oleh nya sampai bersih. Kemaluanku selalu dimainkan oleh nya. Nikmat
sekali rasanya. Kami berdua kemudian keluar dari kamar mandi dan tiduran di
ranjang.
"Tante. Karena kita sudah tidur bareng.
Mau begituan, tinggal senggol aja. Hehehe. Tante kalau mau mah tinggal kasih
tahu saja. Langsung beres." Kataku. "Lim. Nanti aku ajarin kamu banyak
gaya dan posisi. Kamu pasti bisa. Burung kmu gede banget tu Lim. Mantap gila.
Hehehe. Ingat ya Lim. Kuliah ya kuliah. Mau senang senang ya senang senang.
Ingat. Kita gak boleh kembali ke keluarga kita yang jahat itu." Kata
tanteku. Aku menganggukan kepalaku.
Malam itu kami tidur bersama dan mandi bersama
sudah mulai menjadi kebiasaan kami setiap malam kecuali jadwal tidak mendukung.
Hidupku mulai berubah. Kami berdua semakin semangat belajar untuk mencapai cita
cita. Ambisi kami? Mengungsi ke Canada. Kami benci kembali dan bertemu anggota
keluarga kami yang rata rata brengsek itu. Belajar ya belajar. Happy happy ya
happy happy. Ena ena juga sama. Itu sebab kami sukses dalam studi kami.
Hari ini aku berulang tahun dan tanteku
mempersiapkan kejutan untukku. Di tengah malam, dia mencium bibirku untuk
membangunkan aku hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Aku terbangun
sambil tersenyum. Kami berdua berpelukan. "Birthday boy. Nanti malam ada
hadiah dari aku untuk kamu, sayang " katanya menggoda dan mencolek hidung
ku. Aku hanya tersenyum saja. Dia menyuruhku untuk kembali tidur.
Kami berdua menjalankan aktivitas kami seperti
biasa dan sesuai dengan janjinya... hadiah menanti diriku. Setelah mandi dan
makan malam, dia menyuruhku menunggu di luar dan tak boleh masuk ke kamar nya.
Aku ya... tentu saja sabar menanti.
15 menit kemudian, dia dari dalam kamar
menyuruhku masuk ke kamar. Dengan semangat, aku menuju ke kamar dan yang
kulihat adalah.....
Dirinya hanya dibalut oleh tali pita kado yang
ujungnya seperti pita diikat di dadanya. Tali Itu hanya menutup bagian vital
nya. Payudaranya tertutup dan vaginanya juga. "Sayang. Mau kado nya kan?
Buka dong ikatan nya..." katanya dengan lembut menggoda dan tangannya
membelai wajahku yang sudah diam membeku. "Mau gak? Buka dong...
ayo..." katanya semakin menggoda.
"Oh... hem eh. Iya iya. Aku buka... aku
buka ya..." kata ku malu malu gugup. "Belajar dari mana coba nih
tante ku? Binal bener ya..." kataku dalam hati. Aku buka ikatan tali di
payudara nya dan tali itu langsung jatuh ke lantai membuat bagian tubuhnya yang
intim terlihat jelas. Vagina nya bahkan sudah dicukur. Tanteku kemudian
berbaring di atas ranjang dan dia berkata sambil menggoda. "selamat
menikmati kadonya"
Aku langsung melepas semua pakaianku dan mulai
mencium bibir tanteku. Dia langsung membalas ciumanku dan merangkul leherku.
Aku juga memeluknya. Kami berdua berciuman dengan penuh nafsu yang sedang
membakar jiwa kami berdua. Dia bahkan menjilat telingaku dan mrmainkan
lidahnya. Aku Kemudian turun sedikit untuk menjilat dan mencium lehernya yang
putih dan wangi itu.
"Ah Lim. Selamat... ulang... tahun..
ohhh... nikmatilah... tubuh tante.... ahhh... enak... terus Lim. Malam ini
kamu... ohhh... boleh... menikmati... tubuh... ahhh.. tante... sepuas...aahhhh
nya.." katanya sambil mendesah. Aku semakin bergairah dan langsung menyusu
di payudara nya yang indah itu. Tangan kananku meremas remas dam memainkan
puting susunya dan aku juga menjilati ujung puting susunya dengan lidahku.
"Lim. Nikmat..nikmati saja... ahhh....
terus sayang.. hmmmmhm.... enaknya... Lim.. terus menyusu.... saja... arghhh
lanjutkan.. " katanya sambil menutup kedua matanya. Dia sangat bergairah
dan terangsang berat malam ini. Aku Kemudian turun dan menjilati vagina nya
dengan lidah ku. Klitoris nya Aku jilat dan mainkan dengan ujung lidah ku.
"Oh Lim. Ahhhhh bagus... bagus.... kamu.. ahhh hebat... ahhh.. tante
puas... lanjutkan... arghhh..." desah nya sambil mulai meneteskan air mata
nya.
Kedua tangannya memegang kepalaku. Dia seolah
tak mau aku berhenti karena dia sedang sangat menikmati permainan lidahku di
bagian tubuhnya yang sangat intim itu. Aku Kemudian mencium vagina nya dan
menjilati lipatan paha dia. "Ohhhhhh Lim... luar biasa .... ahhhh aahhh
ampun aahhh ampun aahhh ampun aahhh..." teriaknya. Aku akhirnya memutuskan
untuk berhenti dan naik lagi untuk mencium bibir nya yang mungil itu.
Dia juga menciumi bibir ku dengan penuh nafsu
birahi. Desahan kami saling beradu. Setelah ciuman kami berakhir, dia
mendorongku ke samping dan dia kini berada di atas tubuhku. Semua tubuhku, dari
wajah, dada dan perutku diraba olehnya. Dia kemudian menatap penisku.
Tangannya yang lembut memainkan penisku dan
dia memberikan pijatan dengan lembut dan sangat merangsang. Aku hanya bisa
mendesah. Dia kemudian mendekatkan wajahnya dan penis ku dimasukan ke mulutnya.
Kepalanya maju mundur naik turun mengoral kemaluanku. Di dalam mulutnya,
lidahnya berputar putar menjilati penisku. Sumpah mati. Rasanya nikmat sekali.
Aku hampir tak bisa bernafas menahan nikmat dari permainan mulut dan lidahnya.
Selama 2 menit dia melakukan itu.
Setelah selesai, dia kemudian menggenggam
penisku dan memasukkannya ke vagina nya. "Ahhhhhh. " teriak nya saat
penis itu menghunus vagina nya. Dia bergoyang langsung seperti sedang menaiki
kuda liar. Payudara nya bergoyang mengikuti gerakan tubuhnya. "Ohhh ohh
ooohhh ahhh AHHH oooh ohhh ahhh enak Lim... ahhhh.. tante suka ini...
ahhh...." desah nya.
Tubuhnya terus bergoyang dan semakin cepat
tanpa arah yang jelas. Aku juga turut serta memainkan kedua Payudaranya yang
indah itu. Kedua tangan dia mulai meraba raba lehernya sendiri dan memainkan
payudaranya juga. Sepertinya orgasme dia sudah sangat dekat. Aku sendiri juga
sudah sangat dekat dengan orgasme ku.
Betul saja. Tak lama kemudian, orgasme nya
tiba. Cairan cinta nya keluar dengan deras. Aku sudah 2x mengalahkan tanteku
yang janda kembang ini. Aku yang belum puas tentu saja tetap menggenjot tanteku
meski dia berteriak minta ampun, teriakannya tidak aku peduli kan. Tak lama kemudian
setelah menggenjot dia sekian lama, orgasme ku tiba. Aku mengeluarkan nya di
dalam vagina nya.
Dia tersenyum puas. Tubuhnya berkeringat dan
dia menjatuhkan dirinya di atss tubuhku. Kami saling bertatapan dan berciuman.
"Terima kasih tante ku sayang. Ini adalah hadiah ulang tahun terbaik yang
pernah aku miliki. Aku sayang sekali sama tante. Malam ini aku sangat
bahagia." Kataku sambil berbisik dan membelai rambut nya.
"Lim. Mandi yuk. Tante mandiin kamu lagi
nanti. Hadiah untuk kamu. Hari ini kamu kan jadi raja. Ehehe. Yuk sini.
Bangun." Kata Tanteku sambil tersenyum. Dia mengulurkan tangannya untuk
membantuku bangun. Setelah aku berdiri, tangannya menggenggam penis ku dan
membawaku ke kamar mandi untuk dimandikan dan ujung ujungnya mandi bersama. Malam
itu, kami berdua tidur telanjang
Bersambung
Artikel ini telah tayang di Forum Diskusi dengan judul Cinta Terlarang Di Canada - Tamat
Penulis: Kaskusman
Editor: Boobs
Sumber: Sumber
