Drama - Cerita Cinta Terlarang Di Canada. END
Tak terasa 2 tahun
sudah berlalu. Tiap kali ibuku menyuruh pulang bertemu dan reuni, jawaban nya
gampang. Sibuk lah.. ada ujian lah. Lagi jalan jalan ke luar kota lah dan lain
nya. Pokoknya kami tidak mau berjumpa Mereka. Aku dan tanteku sering ditanyai macam
macam seperti "sudah ada pacar belum? Kapan mau pacaran? Dsb." Biasa.
Mulut selangkangan. Hanya bisa mengganggu hidup orang saja. Bantuin juga nggak.
Dasar pesakitan.
Setiap kali kami liburan, kami yang sudah
mengumpulkan uang banyak dari tabungan kami berdua, selalu jalan jalan. Kami
pernah pergi ke Alaska. Kota itu bukan provinsi dari Canada tapi negara bagian
USA. Kami bisa melihat pemandangan indah di sana dan Aurora borealis.
Pemandangan semacam ini hanya bisa dilihat di belahan bumi bagian utara dan
selatan.
Saat melihat pemandangan indah itu, dia
senantiasa merebahkan kepalanya di bahuku. Aku pun merangkul nya dengan mesra.
Tanteku... kekasih ku. Kami sangat bahagia. Terkadang kami menginap di hotel
bintang 5 dan mandi di bathub. Aku sangat suka dimandikan oleh tanteku.
Dikarenakan hubungan aku dengannya sudah sangat dekat sekali, aku jadi semakin
terbuka.
Aku bertanya kepada tanteku. "Tante.
Errrr itu tante belajar tentang seks dari mana aja ya?" Tanyaku.
"Heheh. Kalau dulu saat mantan suami tante lagi kerja, tante iseng iseng
nonton film porno dengan harapan apa yang tante pelajari bisa membuat mantan
suami tante bahagia.... supaya tante gak terus dipukuli sama mantan suami
tante..." tiba tiba dia menangis tersedu sedu. Aku merasa bersalah langsung
memeluknya dan minta maaf karena sudah membuka luka lamanya.
Suatu malam di apartement, beberapa Hari
sebelum kuliah semester baru dimulai, dia mengajak aku mandi bersama. Saat dia
membuka semua pakaiannya, dia tidak menggunakan bra dan celana dalam tapi hanya
bikini. Ya Dia memandikan aku tapi dia tidak telanjang. "Lim. Jongkok
dong. Kan tante mau cuci rambut kamu." Katanya dengan lembut. Aku pun
jongkok dan hanya bisa menatap celana dalam nya dalam bentuk bikini warna
putih.
Setelah rambutku dicuci, dia membersihkan
wajahku dan semua tubuhku termasuk kemaluan aku. "Lim. Tumben mengecil
burung mu. Hehehe. Karena tante pake bikini, jadi gak nafsu ya? Hehehe. Tadi
tante iseng ikut, jempol tante lebih panjang dari burung kamu saat lagi bobo.
Hehehe. Imut." Ledek Dia. "Hueh tante. Gitu gitu kalau dah berdiri,
tante bisa teriak teriak." Ledek ku balik.
Dia memukul dadaku dengan pelan dan kami
kembali berciuman. Setelah dimandikan, aku disuruh tiduran di ranjang dan dia
kembali mandi. Sekitar 10 menit menanti sambil bermain hp, dia keluar dari
kamar mandi nya memakai bra dan celana dalam nya yang berwarna pink. Dia
mendekati aku yang masih berbaring falam keadaan telanjang bulat.
Tanteku naik ke atas ranjang dan dia duduk di
depan kemaluanku. Tangannya yang lembut mulai memainkan penisku dan mengurut
nya. Aku hanya bisa menarik nafas panjang dan mendesah. Aku mulai merasa aneh.
Ada yang tak lazim. "Tante.. tante kok gak telanjang? Tumben.. tante lagi
marah ama aku?" Tanyaku penasaran dan agak takut.
"Gak Lim. Cuma kamu belum pantas aja
melihat tubuh tante. Hehehe." Jawabnya sambil tertawa.
"Maksudnya?" Tanya ku penasaran. "Yah... anak kecil mana pantas
melihat tubuh wanita dewasa? Kamu masih tante mandikan. Rambut kemaluan aja
belum ada. Kalau bukan anak anak, itu namanya apa? Katanya aja masih suka
dimandikan mami. Hehehe." Ledek tanteku. "Ah tante curang. Itu kan
dulu banget. Aku mau pegang nenen aja boleh gak?" Pinta ku memelas.
"Enak aja. Hehehee" jawab tante ku sambil tertawa kecil.
Karena tante ku mulai "gerah" oleh
mulut ku yang mengganggu pekerjaan nya... dia membaringkan aku di pangkuannya.
Pinggul ku diletakan di atas kedua pahanya dan tangan kanannya mengocok penis
ku. Tangan kiri nya menutup mulutku dengan tangannya. Aku diam saja dan hanya
mendesah desah. Dia tersenyum saja sambil mengocok penis ku.
"Anak anak. Jangan berisik. Biar orang
dewasa aja yang bekerja ya. Hehehe." Ledek tanteku. Aku entah kenapa
sangat terangsang sehingga aku langsung mendapatkan orgasme ku. Sperma ku
keluar banyak. Tanteku membersihkan sperma ku yang berceceran. "Duh. Kamu.
Masih saja ngompol. Mau pake popok lagi? Hehehe." Ledek tanteku sambil
mencubit pipiku.
Setelah dibersihkan, aku mengulurkan kedua
tanganku dan merangkul leher tanteku. Dia mengangkat kedua kakiku seperti
layaknya bayi yang sedang ditimang. Kami kemudian berciuman lagi. Setelah itu,
dia membawaku ke kamar mandi lagi untuk dibersihkan. "Gimana Lim? Enak kan
tadi? Beda dari yang biasanya. Ehehhe. Biar kamu gak bosan, sayang..."
kata tanteku. "Oh itu sebab rupanya. Bisa bosan juga dia rupanya."
Kataku dalam hati. Kami pun kembali tidur bersama.
Waktu terus berjalan dan kami tak pernah
sekalipun kembali menemui keluarga kami kecuali ada yang meninggal dunia dan
untungnya (atau sayangnya) belum ada, jadi kami tidak ada alasan untuk kembali
dan mereka juga tidak pernah mengunjungi kami. Kalaupun mereka mau datang, kami
tinggal bilang saja kalau kami sedang ada ujian. Selesai.
Karena kami berdua sudah lumayan lama menetap
di sana, kami mencoba mencari sampingan. Aku bekerja sebagai cleaning service
dan tanteku bekerja sebagai resepsionis di sebuah hotel bintang 3. Lumayan juga
pendapatan kami sampai kami tak perlu bergantung dengan uang kiriman. Kami
berjaga jaga kalau saja ancaman terjadi seperti..."kalau kamu gak pulang,
gak akan dikirim uang lagi" dsb.
Kuliah kami berdua juga lancar jaya. Nilai
kami juga bagus dan tak pernah bermasalah, tinggal perkara atur waktu saja dan
dalam 3 bulan ini, kami sudah membuktikan kalau pekerjaan tidak mengganggu
kuliah kami. Bahkan pendapatan kami bisa dipakai untuk biaya kuliah sendiri.
Pencapaian yang luar biasa karena kami berdua saling bantu dan tidak boros.
Meski kadang makan seadanya, kami juga rela dan mampu bertahan. Untunglah
'ancaman' itu tidak pernah datang sehingga kami justru semakin 'kayak atas
kerja keras kami.
2 hari lagi, tante ku berulang tahun. Aku
Ingin memberikan kejutan untuknya. 1 yang pasti adalah karangan bunga. Kedua...
mungkin membelikan dia kalung dengan uang yang aku simpan. Ketiga ya.. 'kado
buat tante' di ranjang pastinya. Amu pulang dari kuliah menyempatkan diri ke
toko perhiasan dan mencari kalung untuk tanteku dan setelah itu, aku memesan
bouquet bunga untuk diambil besok. Semua berjalan dengan lancar.
Kalung itu aku sembunyikan di dalam tas ku dan
sampai di apartemen, aku mengambil kalung itu dan aku sembunyikan di bawah
ranjangku. Siapa juga yang mau lihat lihat bawah ranjang
. Sejauh ini aman saja dan besoknya sesuai
rencana, aku membeli bouquet bunga yang aku sembunyikan di kamar ku dan aku
tutupi dengan beberapa lembar pakaian. 
Saat dia pulang kuliah, aku berlagak dodol
saja sampai tengah malam karena besok sabtu, jadi kami tidur agak telat.. aku
memberikan nya kejutan dan memberikan dia kado ulang tahun nya. Sebuah kalung
dan bouquet bunga. Dia yang awalnya mulai mengantuk... jadi semangat dan segar
kembali. "Lim. Makasih banyak" teriak nya sambil memeluk aku dan
mencium bibirku. Dia kemudian memintaku memakai kalung nya. Pekerjaan sepele.
Aku pakaikan kalung itu di leher nya.
Kami berdua saling tatap dan kembali berciuman
dengan mesra. "Tante. Mau kado nya gak?
" tanyaku kepada nya dengan genit.
"Mau dong sayang. Puaskan tante ya nanti. Bikin tante berteriak."
Jawab nya dengan tatapan menggoda. Tangannya langsung merangkul leherku dan Aku
membaringkan nya di atas ranjang. Wajah kami saling berdekatan dan kami
langsung berciuman.
Tangan tangan kami saling meraba. Aku langsung
membuka bajunya dan dia juga dengan cekatan melepas pakaianku. Dia kemudian
membalikan tubuhku dan sekarang posisi dia berada di atas tubuhku. Dengan
cekatan aku melepaskan tali bra nya dan membuang bra nya ke lantai. Tanganku
juga dengan leluasa melepaskan celana dan celana dalamnya secara bersamaan.
Tanteku sudah telanjang bulat dan dia kini
menghentikan ciuman nya dan serta merta turun ke bawah tubuhku untuk melepaskan
celana dan celana dalamku. Dia tersenyum saat menatap kemaluanku yang sudah
berdiri. Ssmbil menatapku, dia mulai beraksi dengan mulutnya dan lidah nya.
Penis ku sudah berada di dalam mulutnya.
Bibir nya yang lembut itu menyentuh penis ku
dan lidah nya berputar putar di dalam mulutnya membuat penis ku serasa berada
di mesin cuci. Rasanya luar biasa. Aku yang seharus nya melayani tante ku habis
habisan, bukannya dia yang memberikan service seperti ini. Kepala tante ku naik
turun dan tanganku membelai dan menata rambutnya yang mulai berantakan.
Dia kemudian mengakhiri permainan mulutnya.
"Suka Lim? Enak?" Tanya nya sambil mendesah. "Luar biasa Tante.
Tante memang yang terbaik. Aku cinta tante..." kataku yang masih mengatur
nafasku. Kami berdua kembali berciuman dan Aku kini membalik tubuhnya. Aku
sekarang berada di atas tubuhnya.
Kedua tangannya direntangkan ke atas
memamerkan ketiak putih mulus nya. Aku melanjutkan ciuman ku dan dia langsung merangkul
leherku serta membelai wajahku dengan lembut. Aku mengakhiri ciumanku dan mulai
turun mencium dan menjilat lehernya. "Oh Lim. Buat... tante... berteriak..
meraung.... Lim" pinta nya sambil mendesah. "Beres tante. Serahkan
sama Salim." Kataku penuh keyakinan.
Aku Kemudian menyusu di payudara nya yang
indah dan lembut. "Kamu suka Lim sama payudara tante? Kalau suka, puas
puas in lah. Ahhh.... enak Lim.. mainin nenen nya.. ohhh" desahnya. Aku
hanya diam dan tetap fokus dengan permainan lidahku dan tanganku juga ikut
memainkan puting susu nya dan meremas payudara nya yang kenyal dan indah itu.
Puting susu nya juga aku mainkan dan aku putar putar.
"Lim. Enak banget... ohhhhh Lim... terus
Lim.. kasih.. ohh.. tante kado... arghhh.. yang indah.." katanya yang
sambil membelai rambutku. "Payudara tante enak banget loh... Aku suka
banget nenen sama tante. Kenyal lagi..." kataku memuji nya. Sambil
tersenyum, aku berkata, "siap siap ya tante sayang." Kataku sambil
turun ke vagina nya. Nafas tante ku mulai tak beraturan karena dia tahu aku
akan memainkan vagina nya.
Aku kemudian menjilati vagina nya dari bawah
ke atas mengikuti belahan nya yang vertikal itu. Lidah ku juga berputar putar
di semua permukaan vagina nya dan iseng iseng Aku menulis namanya dengan lidahku
di bagian tubuhnya yang sangat intim itu. "Lim!!! Ampun!!! AMPUN LIM...
ENAK... GELI... AHHHHHH GILA LIM... ENAK GELI... TERUS.. AHHHH AHHHHH AHHH
LIM... TANTE... CINTA KAMU LIM!!!" teriak nya yang kencang dan tiba tiba
cairan bening menyembur deras ke wajahku.
Aku hanya tersenyum saja saat wajahku sudah
basah oleh cairan cinta nya yang menyembur begitu deras. "Tante suka gak
tadi? Hehehe. Enak kan? Nanti lanjut lagi ya tante ku sayang." Kata ku
sambil tersenyum cabul. "Enak banget Lim. Beneran deh enak banget.. bentar
ya Lim. Tante istirahat dulu ya..." katanya lirih. Aku hanya tersenyum dan
memeluk nya dengan erat. "Duh Lim. Kado ulang tahun ini indah banget deh.
Luar biasa. Makasih Lim" katanya sambil menangis.
Aku mencium kening nya dengan lembut dan
mesra. Tak lama kemudian aku bertanya ke tante ku. "Gimana tante cantik?
Siap untuk digoyang dan berteriak lagi?" Tanya ku sambil menggodanya dan
mencolek dagu nya. Dia hanya tersenyum dan merangkul leherku sambil tersenyum
dan kemudian mengecup bibirku. "Yuk bikin tante berteriak lagi, jagoan
tante." Katanya dengan lembut dengan tatapan menggoda.
Kami lanjut berciuman lagi dan karena dia
sudah orgasme, aku tak membutuhkan waktu lama untuk "memanaskan
mesin" nya lagi. Aku kini berbaring di samping nya dan menurunkan tubuhku
sedikit sehingga wajahku dapat menatap dan menyusu di payudaranya dan jari jari
ku bermain di vagina dan klitoris nya. Dengan menyusu di payudara nya dan
memainkan klitoris nya dengan jari jari ku, dia sudah terangsang berat lagi.
"Lim. Buruan Lim... ahhh... sodok tante..." pinta nya memelas.
Aku juga sudah merasa vagina nya sudah basah
,langsung membalikan tubuh ya dan tanteku kini sudah berbaring tengkurap. Aku
menampar pelan pantat nya dan mengangkat nya sampai menungging. "Sudah
siap belum? Hehehe. Aku akan main keras nih tante" kataku sambil tertawa
kecil. "Lakukan lah Lim. Tante tak tahan lagi." Pinta nya. Pantat
menungging seperti itu pertanda dia sudah merelakan bagian intim nya dimasuki
oleh penis ku.
Aku Kemudian memegang pantat nya dengan kedua
tanganku. Tangan tanteku mengarahkan penisku ke vagina nya dan langsung
dimasukan. Jleb! "Oh Lim. Cepat Buat tante mu berteriak kencang.. main
keras Lim.. fuck me hard baby!! I am your slut now. Fuck me... yeah baby"
katanya seperti artis porno. "Brace yourself, cunt!" Teriak ku. Aku
langsung memompa vagina nya dengan cepat. Kami bercinta dengan gaya doggy
style.
"Oh yeah baby. Fuck me hard... yeah... oh
my god... ahhhh... ohhh..." teriak nya. Aku semakin semangat memompa
vagina nya dengan kecepatan tinggi. Dia tetap berteriak teriak dan sangat
menikmati permainan penis ku. Aku tak mau kalah dan sambil mendesah, aku juga
berteriak, "yeah baby! Bitch! Say my name... say my name!!" Teriak
ku. "Oh my God. Bloody hell...Salim!!! SALIM!!!" Teriaknya.
Aku menjambak rambut nya.. "yes baby..
punish your bitch, baby... spank me... spank me.." teriak nya. Aku
Kemudian memukul pantat tante ku yang montok itu. Plak! "Oh yeah. Like
that baby...." katanya. Aku memukul pantat nya berkali kali. Plak. Plak
plok plok plok plok plok plok "yeah baby. Like that. I fucking love it
baby!" Teriak nya. "Ohhh my God.. I am arriving!!!" Dia
berteriak dan orgasme nya tiba. "Ahhhhhhhhhhhhh ohhhh ahhh AHHH " dia
berteriak tanpa henti karena aku sedang dan masih terus memompa vagina nya
Meski dia sudah orgasme dan merasa sangat geli. Aku merasa agak kasihan dan
melepas tanganku yang menjambak rambutnya.
Dia mencoba merangkak untuk melarikan diri
tapi aku langsung menahan pinggang nya dan menarik kedua tangan nya supaya dia
tidak lari. "Kena hukum lagi kamu ya. Hah... suka dihukum ama aku
ya??" Teriak ku yang sudah mendekati orgasme ku dan beberapa detik
kemudian aku menyemburkan sperma ku di dalam rahim nya.
"Yeah... baby.. nice... Lina. Nice..
fuckin nice... sweet... what a delightful feeling" kataku setengah
berteriak karena lega. "Oh Salim. Tante... suka banget tadi. Keren.
Enak... luar biasa... ini seks terbaik yang tante pernah dapat. Enak Salim ku
sayang." Katanya lirih. Aku kemudian menarik keluar penisku dan melepas
kedua tangannya. Tanteku terjatuh lemas. "Oh... arghhh... lega
nya..." kata dia Sambil menatapku dengan mata sayu.
Aku kemudian mendekatinya dan memeluk dia
dengan hangat dan erat. "Tante. Maafin Salim ya. Tadi aku kurang ajar
mengumpat tante. Aku tadi gak bermaksud seperti itu. Maaf ya Tante.. Aku sayang
tante." Kataku Sambil mencium pipi nya dan kening nya. "Lim. Gak usah
minta maaf lah. Tante tadi juga suka kok. Tante malah sengaja begitu supaya
kamu makin bersemangat. Tante senang banget. Makasih banyak Salim" katanya
sambil menangis.
Kami berpelukan dalam waktu cukup lama dan
setelah itu kami mandi berdua. Kami berciuman dengan mesra di bawah pancuran
air hangat dan kami kemudian tidur bersama. "Tante.. Aku sayang tante..
paling lama 3 tahun lagi, kita bisa diwisuda dan bisa dapat pekerjaan di
sini... setelah itu kita jadi warga negara sini saja. Jangan kembali ke
mereka." Kataku.
"Iya Lim. Kita berdua datang ke sini
untuk sukses. Jangan gagal." Kata tanteku dengan semangat. Dia membelai wajahku
dengan lembut. Aku juga membelai wajah cantik nya dan kami kembali berciuman
lagi. "Tante. Kalau masih mau, bilang saja ya..." kataku sambil
tersenyum. "Capek banget Lim. Hehehe. Makasih banyak loh Lim. Tante suka
banget tadi. Gila Dah.. seru" kata tanteku. Tak lama kemudian, kami berdua
tertidur.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Kami
berdua kini sudah diwisuda dan siap untuk berkecimpung di dunia nyata alias
dunia kerja. Usia kami berdua sudah semakin dewasa dan kami berdua sudah mulai
fokus dengan masa depan. Dengan waktu yang ada, aku dan tanteku memutuskan
untuk mengunjungi keluarga kami. Dengan menanggung segala resiko dan sudah
mempersiapkan mental, kami kembali berjumpa dengan mereka semua.
Sampai di sana, kami berdua menyediakan waktu untuk
berjumpa keluarga kami dan seperti biasa, tidak berakhir dengan baik. Kami
berdua hanya bisa mengelus dada saat berjumpa dengan mereka yang tak lain
adalah anggota keluarga kami. Mulut mereka juga sama. Suka mencibir dan
meledek. Aku sangat iba terhadap tanteku.
Oleh karena kelakuan mereka semua, kami berdua
menginap di hotel dan 2 hari kemudian, kami kembali ke Canada tanpa memberitahu
mereka. Saat sebelum berjumpa dengan mereka, kami berharap kalau mereka akan
berubah tapi memang tidak bisa. Mereka tidak mau dan tidak bisa berubah. Aku
sangat sedih dan tante ku juga begitu. Selama di pesawat, dia selalu menangis.
"Lim. Tante menyesal sudah ke sana
berjumpa dengan mereka. Hiks. Ke sana hanya bikin sakit hati saja. Hiks. Tahu
gitu mah gak usah ke sana dah. Bodo amat. Sekarang siapapun dan apapun yang
terjadi di sana, gak usah diurus dah. Cuek aja. Mereka mau kenapa napa kek,
cuek.. utk apa ke sana tapi cuma bikin sakit hati saja? Brengsek. Hiks."
Katanya Sambil menangis.
"Sabar saja Tante. Mereka memang begitu.
Ngomong gak make otak. Setuju sama tante. Apapun yang terjadi, gak akan ke sana
dan gak mau balik lagi. Tapi kalau ada yang meninggal gimana? Balik aja apa ya?
Hitung hitung penghormatan terakhir. Ya terserah Tante sih.." kataku
dengan santai sambil merangkul dia yang merebahkan kepalanya di bahuku.
"Entah lah Lim. Lihat saja nanti.
Sekarang kita fokus dengan masa depan kita saja dulu Lim. Kamu sudah 5 tahun
menemani tante. Kamu sebetulnya adalah obat paling ajaib karena kamu membuat
tante masih mau hidup di dunia ini. Ah sebentar lagi kita tiba di airport.
Ngomong ngomong menurut kamu, kita jalan jalan dulu yuk? Gmn? Sebelum
kerja." Tanya dia kepadaku.
"Bukan ide jelek tuh tante. Aku sih mau
saja. Kita sebentar lagi akan jadi warga negara Canada. Setelah kita sudah
pegang paspor itu, kita bisa lebih mudah. Paspor Canada kan kuat. Gak usah
pakai visa ke eropa. Ini sih rencana ku, tante. Gimana? Tertarik gak?
Heheh." Kataku kepadanya. Tanteku menatapku dan hanya tersenyum dan
berkata iya.
Kami berdua akhirnya sampai di tempat tujuan
dan kembali ke apartemen kami yang sudaj menjadi saksi cinta terlarang kami
berdua. Baru saja kami beres beres, tiba tiba mama ku menelpon ku...
"Salim!! Kalian berdua kurang ajar! Main pergi begitu saja. Maksudnya apa?
Hah!? Gak Tahu diri! Mana tante Kamu? Dasar Brengsek.!" Teriak mama ku
yang juga didengar oleh tanteku.
Tanteku dengan emosi mengambil alih
pembicaraan. "Kak. Kamu sendiri juga gimana? Aku dan Salim kalau ke sana
selalu saja dihina, dikekang pokoknya gak ada bahagia nya sama sekali. Salim
itu satu satu nya alasan kenapa aku masih mau hidup di dunia ini. Paham?!
Sekarang kita berdua sudah gak ada hutang. Siapa suruh paksa saya kawin sama
laki laki gak jelas?! Tanggung tuh akibatnya. Salim juga benci sama kalian.
Kalian selalu merendahkan dia dan mempermalukan dia." Kata Tanteku dengan
ketus.
Ibu ku tak bisa menjawab. Dia hanya diam dan
terdengar suara tangisan. Ibuku: "jadi kamu mau aku gimana biar kamu bisa
puas? Kompensasi apa yang kamu mau? Kuliah di Canada belim cukup? Kalau belum,
coba bilang apa? Aku benar benar minta maaf... masih bisa gak kalian membuka
hati kalian untuk memaafkan aku?" Kata ibuku sambil menangis.
"Mungkin suatu hari kami akan memaafkan
kalian. Suatu hari di masa depan. Kami sudah mapan di sini. Kami juga akan
ganti warga negara. Kami berdua sudah muak berjumpa dengan kalian. Terakhir itu
kami masih berharap kalian sudah berubah tapi tidak juga berubah. Itu sebab
kami berdua hanya 2 hari di sana dan kami pergi tanpa sepengetahuan kalian.
Kalian tak Tahu kan selama di dalam pesawat, aku menangis. Kenapa? Karena mulut
mulut kalian!! Sementara jangan hubungi kami lagi kecuali ada yang meninggal
dunia" kata tante ku dan dia menutup telpon . Dia menangis lagi.
Aku langsung memeluknya dengan erat.
"Sabar Tante. Sabar. Dunia memang kejam. Sebentar lagi kita jadi warga
negara sini. Saat itu kita sudah merdeka. Masa depan cerah menanti kita berdua,
tante. Sabar ya. Tante sekarang mandi ya... nanti sakit. Ok sayang?"
Kataku dengan lembut. Dia hanya mengangguk saja. Akhirnya kami berdua mandi
bersama dan langsung tidur karena lelah di perjalanan. Besoknya kami mulai
mengurus segala hal hal administrasi yang harus dilakukan di imigrasi.
Setelah segala macam omong kosong formalitas
yang harus kami lalu, kami akhirnya mendapatkan kewarganegaraan Canada. Dengan
paspor itu, kami memulai perjalanan kami menuju eropa. Tante ku sangat bahagia
sekali. Kami menghabiskan 2 bulan lebih berjalan ke segala penjuru eropa
seperti layaknya pengantin baru. Bercinta? Pastinya itu.
Kami akhirnya kembali dari "bulan
madu" dan mulai bekerja 2 minggu kemudian. 2 hari setelah kami kembali,
ada sesuatu tak terduga. Ayah ibuku dan beserta semua keluarga kami berikut
nenek datang ke tempat kami. Mereka semua datang dan meminta maaf atas
kesalahan mereka yang telah mereka lakukan terutama dalam ucapan. Aku diam saja
dan tanteku menangis terharu dan memutuskan untuk memaafkan tapi tidak
melupakan. Terlepas dari itu semua, tanteku tetap ngotot tidak mau terlalu
sering berjumpa dengan mereka, jadi mereka diminta utk tidak terlalu berharap
banyak.
Mereka menginap di hotel dan Kami juga
mengajak mereka jalan jalan keliling. Semua biaya ditanggung oleh mereka semua.
Mereka Semua pulang 1 minggu kemudian dan itu mungkim terakhir kali nya kami
berjumpa dengan mereka. Aku dan Tante ku merasa lebih baik setelah mereka semua
minta maaf. Kami hanya ada beberapa hari untuk memulai karir kami.
6 bulan berlalu, tanteku kini sudah menjadi
seorang pengacara dan aku sudah bekerja dengan sebuah perusahaan konstruksi
terbesar di sana. Semua baik baik saja sampai suatu hari aku mendapat kabar
kalau aku harus dipindahkan ke daerah terpencil karena di sana sedang dilakukan
pembangunan dan mereka membutuhkan tenagaku di sana. Dengan berat hati, aku dan
tanteku harus berpisah dalam waktu 2 tahun.
Sebelum berpisah, aku dan tanteku membicarakan
sesuatu yang penting tentang hubungan kami.
S: begini tante. Kita berdua kan sama sama
tahu kalau hubungan kita itu sebetulnya terlarang tapi kita lakukan karena
keadaan dan suasana. Sama sama mau dan sama sama suka.
L: tante paham Lim. Tante Tahu kamu bukan mau
mencampakkan tante tapi memang seharusnya tidak begini hubungan kita. Tante
tetap mau berhubungan dengan kamu kalau kamu masih mau. Suatu hari nanti di
masa depan bila kita bertemu pasangan kita di masa depan ya jalani saja.
S: aku senang tante paham karena tidak mungkin
kita berdua menikah. Secara biologis, itu mustahil dan bahaya bagi anak anak
kita nanti. Kedua juga, kita harus buktikan ke keluarga kita di sana kalau kita
bisa saling jaga dan tidak melakukan hal hal yang tidak pantas. Memang kita
berdua sudah tidak peduli mereka tapi setidaknya kota bungkam mereka dengan
cara yang elegan. Menikahi tante akan menjadi perkara besar.
L: tante setuju dengan pendapatmu. Siapa Tahu
di sana nanti kamu akan berjumpa dengan seseorang yang akan menjadi istrimu dan
Tante akan berjumpa dengan calon suami tante di sini. Hidup ini penuh misteri.
Semua kadang tidak terduga.
S: betul tante. Terlepas dari itu semua, 5
tahun bersama tante merupakan bagian paling indah dalam hidupku. Aku sayang
mencintai tante. Kalaupun Kita ngotot menikah, belum lah tentu hidup kita
bahagia.
L: tante sangat suka dengan pemikiran mu yang
dangat dewasa. Tante yakin, siapapun wanita yang menjadi istrimu akan sangat
beruntung. Lim, kamu orang yang sangat baik. Karena Kamu lah, tante jadi
semangat untuk hidup. Entah apa jadinya kalau tante tidak pernah ke sini.
Mungkin tante sudah bunuh diri. Jagalah dirimu baik baik, sayang
S: tante juga. Tante sangat baik dan jujur.
Kelak suami tante akan menjadi lelaki paling beruntung di dunia. Betapa
bodohnya mantan suami tante itu. Kalau Tante bukan anggota keluarga ku, aku
sudah mau melamar tante menjadi istriku. Sayangnya terkadang kita tidak bisa
mendapatkan semua yang kita mau di dunia ini.
L: Lim. Kalau begitu, kita akan 'berpisah'
tapi tante mau memberikan kado perpisahan yang sangat mengesankan. Tidak di
tempat ini... di hotel. Perlakukan tante mu seperti seorang pengantin baru.
Mau?
Aku tentu saja menyanggupi permintaan tanteku.
Dengan waktu tersisa, kami menuju hotel bintang 5 dan memesan kamar honeymoon
suite. Di sana lah kami akan menghabiskan waktu kami yang tersisa. Di malam
hari, di hotel mewah itu, tanteku mandi dahulu. Setelah dia selesai, dia
menyuruhku mandi karena dia mau menyiapkan kejutan untuk aku.
Setelah aku selesai mandi, kamar menjadi agak
gelap. Tanteku sudah mengatur semua nya. Dia menembarkan beberaoa kembar
kelopak bunga mawar di atas ranjang. Tanteku juga menggunakan gaun malam warna
putih dan transparan tanpa celana dalam dan bra. Aku sungguh terpesona melihat
suasana kamar ini. Dia sendiri sedang terlentang di atas ranjang dan menyuruhku
berbaring bersamanya.
Aku kemudian melepaskan handuk aku dan
mendekatinya dalam keadaan telanjang bulat. "Tante. Cantik sekali tante
malam ini." Puji ku. "Lim, perlakukan aku seperti istrimu. Nikmati
lah aku karena aku adalah milikmu." Kata tante ku dengan sangat lembut dan
mesra.
Kami berdua langsung berciuman dengan penuh
nafsu dan kasih sayang. Tangan nya sudah melingkar di leherku dan aku sudah
memeluk punggung nya. Sadar tak sadar karena terbawa suasana, kami berdua
meneteskan air mata karena kami yakin ini adalah percintaan kami yang terakhir
kalinya. Setelah kami berdua puas berciuman dengan penuh nafsu dan kasih, aku
mencium lehernya yang berwarna putih dan jenjang itu. "Hmmm Lim... oh...
" desah nya.
Aku kemudian menatap matanya dan langsung
melirik bahunya. Tanganku langsung melepaskan gaun malam nya yang lembut itu.
Payudaranya sudah terlihat jelas. Aku tersenyum dan menatap payudaranya dengan
seksama. Sungguh indah sekali payudara nya. Simetris dan montok juga kenyal
serta berisi alias kencang. Tangan kananku meraba payudara nya yang kiri,
kemudian aku menyusu di payudara yang kanan.
Tanganku meremas remas payudara nya dahulu dan
kemudian aku mainkan puting susunya dan lidah ku menjilati puting 1 nya lagi.
"Aduh Lim... kamu suka...ahhh... banget ahhh....ama nenen ....tante ya?
...Hehehe...ahhh ....Kita nikah aja Lim... ahhh... Lim... ah... tante...mau
jadi... ahhh... istrimu....ahhhh" katanya mendesah. Aku yakin dia sedang
error, jadi aku abaikan saja dan tetap fokus dengan payudaranya.
Setelah puas dengan payudara nya, aku kemudian
turun ke perutnya dan mengelusnya. "Beruntunglah laki-laki yang menaruh
benih nya Di rahim tante." Pujiku Sambil tersenyum. Aku kemudian turun ke
bawah menjilati klitoris nya dan semua belahan vagina nya. "Lim. Arghhh..
enaknya.... ahhh... Tante suka banget.. Lim... itu enak... ya itu... ahhhhh...
ohhh... teruskan... arghhh jilat... ahhh" katanya mendesah.
Aku Kemudian menghentikan permainan lidahku
dan kembali berciuman dengannya. Dia kini membalikkan tubuhku sehingga dia
berada di atasku dan langsung memberikan ku oral seks. Permainan Lidahnya
sungguh luar biasa... kepalanya naik turun dan lidah nya berputar putar di
dalam mulutnya membersihkan kemaluan ku.
Permainan mulutnya sudah berakhir dan kami
kembali berciuman. Di saat yang sama, tangannya menggenggam penis ku dan
memainkan nya di vagina nya. Rasanya sangat geli. Dia menutup matanya dan
mendesah. Tak lama kemudian, jleb. Masuklah penis ku ke dalam vagina nya.
Tanteku sangat suka gaya woman on top.
Tubuhnya bergoyang goyang ke sana sini mencari titik nikmat nya. Rambutnya yang
diikat sanggul itu dilepasnya sehingga tergerai dengan sangat indah. Tanganku
mulai bermain di kedua payudaranya. "Lim. Nikmati tantemu Lim. Goyang
terus. Tante suka digoyang sama kamu." Serunya Sambil mendesis seperti
ular.
Goyangan tubuhnya semakin cepat dan tak beraturan.
"Ahhh Lim... sumpah.. enak banget... ahhhhh" teriaknya dan orgasme
nya telah tiba. Dia menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku tapi aku tak tingal
diam. Aku tetap menggoyangkan pinggul ku karena orgasme ku sendiri sudah di
ujung tanduk. Setelah beberapa saat, aku berejakulasi di dalam vagina nya.
"Tante.. itu nya tante enak. Hangat." Kataku. Dia hanya tersenyum
saja sambil mengusap wajahku.
Kami berdua beristirahat sejenak dan tak lama
kemudian kami berdua mandi bersama dan berendam di bathtub. Dia berada di
pangkuanku saat di dalam bathub itu. Aku memeluknya dari belakang dengan mesra
dan senantiasa mencium lehernya. "Salim. Tante selalu sayang kamu. Kalau
Kamu rindu, tolong kasih tahu tante saja. Tante siap selama belum ada
suami." Katanya dengan lembut.
"Sama. Tante juga kalau mau lagi sama
aku, selama belum ada pasangan hidup mah.. ayuk aja... 2 tahun cukup lama. Aku
bakal kangen sama tante" kataku sambil mencium pipinya. Kami berdua
kemudian keluar dari bathtub dan membilas tubuh kami sampai bersih kemudian
tidur. Malam itu adalah malam di mana Kami berdua tidur bersama karena besok
paginya aku akan berangkat menuju provinsi lain untuk bekerja. Besoknya, tante
ku mengantar aku ke airport. Itulah saat terakhir aku melihatnya dan memeluknya
dengan hangat dan erat. Air mata membasahi pipi kami berdua. Kami akhirnya
berpisah....
2 tahun kemudian, aku dan tanteku berjumpa
lagi tapi tidak sendiri. Kami ternyata sudah memiliki pasangan masing masing.
Tanteku memiliki pacar dari France yang pastinya adalah bule. Sedangkan aku
sedang menjalin hubungan dengan mantan polisi militer bernama Anna. Kamu berdua
juga sudah tidak tinggal bersama lagi. Apartemen yang menjadi saksi bisu
hubunganku dengan tanteku yang terlarang itu juga sudah dihuni oleh orang lain.
Tante Lina... di mana pun dirimu berada, aku
harap tante tidak lagi dilukai dan semoga tante senantiasa berbahagia dengan
calon suami tante. Terima kasih atas 5 tahun yang indah itu, tante. Jauh di
lubuk hatiku yang paling dalam, hanya ada tante seorang....aku, Salim Han,
selalu mencintai dirimu, tante Lina....
THE END.
