Drama - Cinta terlarang di Canada Eps. 3
"Tante. Gimana?
Dah lega belum kamu? Atau masih Mau nangis?" Tanyaku padanya dengan
lembut. "Dah jauh lebih baik, Lim. Eh iya. Dah jam segini. Buset. Untung
aja besok sabtu. Hehehe. Aku bobo dulu ya Lim." Kata nya sambil mencium
pipi dan bibirku dengan mesra. Sebelum dia pergi, aku memeluk dan mencium
bibirnya juga. "Jangan sedih lagi ya tante. Sebisa mungkin kita berdua di
sini dan tidak kembali lagi" kataku. Dia mengangguk setuju.
Lina kemudian kembali ke kamarnya dan tidur.
Kami berdua bangun siang besoknya karena selaman bergadang. Setelah makan dan
beberes.. kami berdua pergi nonton bioskop. Kami berdua memutuskan untuk
menonton film action berjudul 'dunia hitam yang kelam'. Setelah menonton film
di malam hari, kami kembali ke apartement.
Sepanjang perjalanan, kami selalu bergandengan
tangan. Dia terlihat sangat bahagia sekali seperti baru keluar dari penjara.
Aku bisa paham penderitaan yang dia alami selama dipaksa menikah dengan laki
laki yang tidak dia cintai. Caranya berjalan pun seperti anak kecil yang baru
dibelikan es krim. Dia selalu tersenyum saat berjalan bersamaku seolah dia baru
menemukan cinta sejatinya.
Setelah mandi dan makan malam, kami kembali
nonton tv berdua. Kami berdua selalu saja nonton drama di tv sambil berpegangan
tangan. Terbawa suasana, aku dan Lina saling berhadapan dan akhirnya berciuman.
Dia menutup matanya saat kami berciuman seolah dia sangat menikmati ciuman itu
bersamaku.
Kedua tangan nya memeluk leherku. Serta merta
kedua tanganku memeluk pinggang nya. Kami berhenti berciuman dan saling menatap
sambil tertawa. "Lim... ada sesuatu yang kamu ingin kasih tahu ke
aku?" Tanya nya kepadaku. "Tante. Aku... sayang kamu...." kataku
menahan malu.. Sambil tersenyum, dia bertanya, "mau tahu jawabannya?"
. Aku mengangguk.
Dia merangkul kembali leherku dan mencium
bibirku. "Itu jawaban dariku... sayang..." kata Lina Yang seharusnya
aku panggil tante. Kami berdua tersenyum dan tiba tiba aku mendapat panggilan
masuk dari mamaku. "Nak. Kalian berdua baik baik ya di sana. Jaga tante kamu.
Jangan aneh aneh ya. Awas kalau aneh aneh. Kasih tahu tante kamu juga. Ampun
deh... buang buang duit aja kuliah in tuh Lina 1. Padahal kawin kan enak."
Kata mamaku ketus.
"Iya ma. Beres. Bisa diatur mak."
Jawabku sambil mengedipkan mataku ke Lina yang tersenyum manis. Telpon itu
kumatikan dan kami berdua lanjut berciuman lagi dan lagi. Kami sudah tidak
peduli dengan apa yang ada di tv dan aku menggendong dia ke kamar nya yang
memiliki kasur ikutan queen size. Kami berdua langsung berbaring dan berciuman
dengan penuh nafsu di ranjang.
"Lim. Tante sayang kamu. Cuma kamu lah
yang tante sayang sepenuh hati. Tante sangat bahagia berada di samping
kamu." Katanya. "Tante. Aku juga sangat sayang sama tante. Aku dari
dulu tidak mau mendekati perempuan lain karena di hatiku hanya ada tante
seorang saja. Rasanya sangat berat kalau aku berpisah dengan tante."
Kataku yang mulai terharu dan meneteskan air mata.
Dia kemudian menyeka air mataku dan kembali
mencium bibirku dengan lembut. "Lim. Tolong jangan buat tante sedih ya.
Tante... hanya ada kamu saja. Tante tante tak tahu siapa lagi di dunia ini yang
mau mencintai tantemu..." katanya sedih. "Ada kok. Tante saja yang
gak tahu." Kataku meledek. " eh siapa Lim?" Tanya dia penasaran.
"Nih yang lagi mau mencium bibir tante." Kataku yang langsung
menyosor ke bibir nya. Kami berciuman lagi dan lagi...
Tanteku sudah mulai ngantuk, begitu juga aku
yang sudah sangat lelah. "Tante...boleh gak aku tidur di kamar tante? Biar
tante gak kesepian. Malam ini kan dingin. Biar aku yang buat tante
hangat." Kataku sambil merayu dan membelai wajahnya yang sangat cantik
itu. "Pastinya. Tolong temani tante malam ini ya sayangku." Katanya
menggoda dan memelas. Aku mengangguk saja. Dengan senang hati aku berbaring di
samping nya dan kami akhirnya tertidur.
Besoknya kami berdua bangun dan karena masih
lelah, kami tidak ke mana mana. Meskipun hari minggu, aku dan tanteku tetap
kembali belajar karena teknik sipil bukan hal yang mudah. Apalagi aku dan tante
ku sama sama berniat untuk tinggal di negara ini. Kami berdua harus belajar
keras supaya cita cita kami tercapai. Bukan hanya untuk kehidupan lebih baik
tapi karena kami mau lari dari keluarga kami yang jahat... keluarga yang
seharusnya mendukung, bukan menyengsarakan.
Sejak kejadian itu, kami berdua mulai tidur
bersama dan semakin mesra. Saat menonton tv pun dia selalu minta dipangku
olehku dan bahkan dia tiba tiba saja langsung duduk di pangkuanku. Aku sangat
mencintai dia. Kecantikan nya sungguh luar biasa. Aku sangat senang melihat rambut
dia saat dikuncir acak acakan yang juga memamerkan keindahan lehernya yang
putih dan jenjang itu. Terkadang aku suka usil meniup kuping nya saat dia
sedang bengong.
Di malam hari setelah aku pulang kuliah, aku
langsung menonton tv dan dia sedang di luar melihat bulan sabit tanpa palu di
tengah nya. Aku dari belakang memeluknya. Dia terlihat sangat senang dan dia
menyandarkan tubuhnya di tubuhku. "Tante cantik kayak bulan di malam
hari... tapi dari jauh aja ya... Hehehe.. kalau dari dekat jadi jelek. Kalau
gak percaya... lihat saja di internet" kataku meledeknya. Dia malah
tersenyum dan memelukku dengan erat sambil memukul dadaku dengan pelan.
"Nakal kamu" katanya sambil tersenyum.
Besoknya saat kami berdua pulang kuliah, kami
memutuskan untuk jalan jalan keliling... ya jalan jalan santai lah sambil
berpegangan tangan. Beberapa orang yang melihat kami berdua selalu memuji
tanteku yang sangat cantik. Mereka tidak tahu kalau dia adalah tanteku dan
menganggapnya adalah kekasihku. Tak jarang beberapa berkata kalau kami sangat
serasi. Kami berdua saling tatap dan tersenyum.
Kami berjalan cukup jauh dan saat kami mau
kembali, hujan turun dan kami tidak bisa menemukan tempat berteduh. Alhasil
kami berdua berlari lari dan pastinya kehujanan. Sudah terlanjur basah, kami
pasrah dan berhenti berlari. Dengan iseng, dia menendang genangan air itu ke
aku dan aku membalasnya dengan melakukan hal yang sama. Kami bermain air hujan
layaknya anak kecil seperti yang pernah kami lakukan dulu.
Setelah puas, kami berjalan lagi dan akhirnya
dengan tubuh basah kuyup, kami sampai di apartemen. Cuaca sangat dingin alhasil
sampai apartemen, aku yang sebagai lelaki dan lebih tua, menyuruh nya segara
mandi dahulu. Tanteku langsung ke kamar mandi dan aku sedang melepas pakaianku,
tapi tiba tiba tanteku memanggilku. "Ya tante. Ada apa?" Teriak ku
dari luar. Dia tidak menjawab...
Bersambung
Artikel ini telah tayang di Forum Diskusi dengan judul Cinta Terlarang Di Canada - Tamat
Penulis: Kaskusman
Editor: Boobs
Sumber: Sumber
